IT’S NOT FAIRY TALE

Karena pernikahan tidaklah seindah dongeng.

Sebuah tulisan dari seorang ibu anak dua yang saat ini sedang rebahan tentang sebuah pernikahan yang acap kali menjadi “tujuan akhir” kawula muda. foto diambil saat sore hari menemani anak.

“Will you marry me?”

Siapa yang tidak bahagia jika pasangannya bertanya hal tersebut? Saya mah bahagia banget dulu, langsung deg-degan, idung kembang kempis kaya kerupuk, senyum mengembang kaya adonan roti.

Look, i want the fairy tale

Di pikiran saya terbersit banyak hal yang indah, dan perasaan “akhirnya dinikahin juga” karena sejujurnya faktor iri pada kawan-kawan yang sudah nikah duluan juga menjadi salah satu faktor saya pengen banget nikahnya cepat.

Di pikiran saya adalah kebahagiaan. Saya pasti akan bahagia dengan menikah, dan usai sudah tujuan hidup saya, mau apalagi? Kan akan menikah pasti bahagia. Happy ending.

But yeah fairy tale endings don’t exist. At least not in the way we think. After we got married, i thought everything’s will okay and settled. but nah! it doesn’t like that.

justru kami dihadapkan oleh berbagai macam issues; mulai dari masalah finansial yang belum stabil, emosi kami yang masih turun naik, sampai titik dimana there were suddenly a million things I wanted to change about him. Yang tadinya pas pacaran tidak keliatan: the way he made empty promises to do chores, posisi tidur yang ajaib, cara makannya, the way he dealt with problems etc

Ya saya pikir dengan pacaran kurang lebih satu setengah tahun, saya sudah banyak tahu tentang dia, taoi ternyata tidak. Yang saya ketahui hanya permukaannya saja, sama seperti dia yang hanya tau permukaan saya saja. Entah kenapa ketika pacaran, kita semua terkadang cenderung menunjukkan sifat yang bagus sehingga ada culture shock ketika baru menikah dan mengetahui sifat asli dari pasangan.

My expectations of marriage were drowning me in disappointment. I’d become one of those women who want to “fix” their husbands. It was making both of us miserable. It occurred to me that I was feeling this way because I was scared out of my mind.

“Kok bisa2nya saya hidup sama orang yang ninggalin handuk basah di tempat tidur?? Yang kalo abis masak itu dapur berantakan kaya kapal pecah & ga mau diberesin lagi?! Yang ga bisa baca pikiran saya?!”

Pun dengan perbedaan prinsip yang tiba-tiba muncul, padahal pas pacaran biasa aja, bukan sebuah issue yang besar tapi setelah menikah jadi hal yang sangat besar dan lelah sekali. At some point I had this kind of feeling that this is not what I want. I want a fairytale, then i’m questioning a lot of things that time:

kemana semua kebahagiaan pernikahan yang seperti di dongeng?

kenapa ga ada yg ngasih tau kalo pernikahan itu melelahkan? Kenapa ga ada yang ngasih tau bahwa pernikahan adalah tentang sebuah kerja sama? Kenapa ga ada yg bilang kalo finansial itu penting banget dalam pernikahan bukan malah mendesak untuk nyuruh kita nikah terus bilang “tar juga ada rejekinya”

Pun ternyata pikiran saya salah bahwa menikah bukanlah akhir dari cerita hidup. The thing is, your story doesn’t end when u get married, nor does it begin. It continues just as your life has always continued.

Sampai sekarang, saya masih belajar banyak tentang pernikahan. 8 tahun bukan waktu yang bikin untuk saya jadi expert, no no. Kita semua sama-samabelajar terus sampai tarikan nafas terakhir. Belajar menjadi anak, istri, suami, kakak, adik, ayah, ibu, sahabat dan manusia yang jauh lebih baik

Being a wife doesn’t define me. Being a husband certainly doesn’t define him. We’re still two people feeling our way through life, just as we were when we first met. But we’ve decided to put on paper that we’d do it together. I guess that’s all it is.

It’s all very sweet and romantic to think about when you are in love with someone. But marriage isn’t about being with someone you’re madly in love with because you happen to only see their best traits.

Marriage.

It’s scary.

It’s messy & unpredictable.

Yet it’s fun.

Berantakan dan tidak rapi

Jangan berharap happy ending seperti fairy tale. Mungkin ada tapi tidak banyak, perlu kerja sama dan kerja keras dua belah pihak didalamnya untuk berada dalam akhir cerita seperti di dongeng.

Because for me marriage is about being with a person who is as complex and imperfect as u are, and accepting them for it no matter what. Tapi tetap berusaha untuk menjadi lebih baik hari demi hari nya.

https://twitter.com/Z0Neijolumut

By Zoneijolumut

IJO LUMUT

Tujuan awalnya dibuat untuk kalian yang ingin mencari pasangan di dunia alter dengan harapan bisa benar-benar jadi pacar . Tetapi zone ijolumut juga bisa menjadi wadah/tempat kalian untuk menambah teman, menjalin silaturahmi sesama alter, bercerita dll.

Menjalin Persahabatan
RULES IJOLUMUT

1. Umur minimal 18 tahun
2. Dilarang pake id orang lain/ fake/ catfishing/ mengirim foto orang lain
Note!”kalau tidak yakin dia asli (real) jangan interaksi apapun dengan dia, karena admin tidak bisa verifikasi semua sender, setiap akibat yang timbul karena memutuskan untuk percaya itu menjadi risiko dan tanggungan kalian sendiri”
3. Dilarang kirim pesan jualan
4. Dilarang kirim pesan rasis, ujaran kebencian utk suatu golongan
5. Silakan berdebat/ ribut tapi dengan batasan (jangan pake kekerasan, ancaman, dan kriminal)
6. Dilarang kirim pesan yg ada link ke luar twitter
7. Dilarang kirim pesan unsur penipuan, setiap penipuan langsung diblock & siap bantu buat laporan ke pihak berwajib
8. Dilarang kirim pesan ngemis atau minta tolong dibayarin sesuatu karena sudah banyak korban orang baik yang niat membantu malah ditipu, jika perlu bantuan dana silakan dm admin atau ke akun twitter yang memang bergerak dibidang tersebut
9. Dilarang mengirim pesan titipan, karena banyak pesan titipan yang bermasalah: penipuan, narkotika, dll, kecuali jika benar-benar yakin pesan titipan itu tidak bermasalah .
10. Tolong jangan kirim pesan atau konten self harm/ suicide/ bunuh diri, karena hal ini akan mengundang banyak report, jika dalam kondisi dan butuh teman untuk cerita bisa kirim dengan keyword 505+
Note! 505+ menandakan sender sedang mengalami kondisi tertentu, sehingga kolom reply harus dijawab dengan serius, tidak boleh ada reply yang bersifat menjatuhkan, menghina, mengolok-olok, bercanda, salty, atau negatif lainnya, jika melanggar maka langsung block
11. Karya seni berupa foto yang ada bagian intim dan sensitif wajib consent dari orangnya dan wajib full sensor untuk menghindari report/aduan ke twitter terkait pornographic content

JADILAH

• Kecewa tapi tidak mengeluh
• Terjatuh tapi tidak berhenti
• Sesak tapi tidak menyerah
• Marah tapi tidak membenci
• Sakit tapi tidak membalas
• Sedih tapi tidak berlarut-larut
• Dan berakhir, kehilangan tapi tidak
berputus asa
PERCAYALAH